Bayang-bayang Uang Tunai
Sore di hari Selasa, masih hari pertama Raisa magang, suasana di lantai satu Bank Aman Cabang Gelumbang nampak tegang karena kedatangan Celia Prameswari. Semua karyawan berusaha berpura-pura sibuk, tapi bisik-bisik tak terhindarkan. Arya duduk di loketnya, bingung. Nominal saldo yang diminta ditarik tunai itu bukan main—2 milyar rupiah, cukup untuk membuat cabang kecil seperti ini kehabisan cadangan kas jika dipenuhi sekaligus. Soalnya, kas harian cukup untuk operasional kecil, tapi tidak untuk penarikan jumbo. Celia berdiri di depan loket dengan sabar, tapi nada suaranya tegas. “Saya butuh uangnya tunai, Dek Arya. Besok paling lambat.” Celia melirik ke nama Arya yang ada di name tag (tanda pengenal). Arya menelan ludah. Prosedur bank jelas: untuk penarikan tunai besar, harus ada persiapan minimal 3 hari kerja, apalagi jika melebihi batas kas harian cabang. Dia buru-buru memanggil Haris melalui interkom internal. Tak lama, Haris muncul dari ruangannya di lantai 2, turun dengan langkah ...